Lebih dari kekuatan moralitas dan melebihi kekuatan-kekuatan jasmani, diawal karirnya sebagai nazir Alah, Simson telah menunjukkan lebih dini bagaimana kekuatan cinta bertarung diatas jenis-jenis kekuatan yang lain. Sejauh ditulis di Alkitab menunjukkan bahwa cinta tidak ditentukan oleh tanda-tanda dan kekuatan kekuatan yang mengherankan, bagaimanapun juga cinta berasal dari Allah. Cinta berasal dari Allah karena itu cinta tidak pernah ditentukan oleh sunat sebagai sebuah contoh tanda mengherankan pada masa itu.

www.veteranstoday.com

www.veteranstoday.com

Orang Israel dan Palestina melalui analisa pohon keluarga maka akan ditemukan bahwa orang Israel dan Palestina memiliki satu bapa moyang yang sama, yakni seorang kakek petani anggur purba yang bernama Nuh. Nuh memperanakkan tiga orang anak yang bernama Sem, Ham dan Yafet (1 Tawarikh 1:1). Konon, Sem adalah ujung garis moyang bangsa Israel dalam hitungan mundur ribuan tahun sebelum Abraham. Sedangkan Ham merupakan bapa dari bangsa Palestina yang ditakdirkan sebagai hamba dari bangsa Sem karena nyanyian kutukan dari ayahnya, Nuh.

                Sebagai sebuah bangsa perjanjian Allah, bangsa Sem dikokohkan lagi sebagai sebuah bangsa yang akan merajai seluruh bumi melalui sunat di masa Abraham, Satu tanda yang membuat perbedaan sedemikian mencolok sehingga kedua bangsa bersaudara yang besar ini harus terpisah. Sunat adalah suatu tanda yang membedakan bangsa Sem sebagai bangsa bersunat dan dengan bangsa Ham yang bukan bangsa bersunat. Itu saja, namun selebihnya mereka memiliki darah daging yang sama dengan satu ayah yang bernama Nuh seorang nabi tidak memiliki tandaapapun kecuali tanda pelangi indah selepas hujan setelah peristiwa air bah.

www.reckontalk.com

www.reckontalk.com

Pertemuan kedua bangsa kakak beradik ini selalu diwarnai perang silih berganti antara keduanya hanya karena alasan tanda sunat. Coba saja bayangkan, sebuah tanda masih tetap bertahan lama bukan saja satu atau dua tahun saja, tetapi ratusan bahkan ribuan tahun hingga mayat Abraham kehabisan wangi rempah kremasi dan menjadi debu. Demikianlah, tanda sunat dibanggakan bak logo dan bendera internasional bangsa adikuasa. Tanda sunat masih santer terdengar segar sampai mulut Manoah, Ayah Simson dan berucap kepada Simson : “tidak adakah diantara anak-anak perempuan sanak saudaramu atau diantara seluruh bangsa kita seorang perempuan, sehingga engkau pergi mengambil istri dari bangsa Palestina, orang-orang yang tidak bersunat itu?” Tanda sunat merupakan tanda yang tidak terbantahkan sampai pada waktu itu untuk membuktikan bahwa hanya bangsa bersunat yang bisa menjadi bangsa yang benar.

Coba seandainya, gadis dari Timna, Palestina berasal dari keluarga yang mempunyai tanda sunat, pastilah pernikahan Simson tidak dicacimaki oleh orang baik dan bermoral seperti Manoah, Ayah Simson itu. Akan tetapi tanda-tanda fisik seperti sunat bukanlah ukuran yang dipertimbangkan Simson untuk mendapatkan Istri. Justru sebaliknya, bagi Simson dibutuhkan cinta untuk mendapatkan seorang Istri.

Sosok Dina ditampilkan dalam sebuah lukisan

Sosok Dina ditampilkan dalam sebuah lukisan

                Jika mengambil seorang pelacur maka seorang pria tidak perlu menitikberatkan pada masalah cinta, namun untuk mengambil seorang istri maka seseorang pria atau laki-laki perlu mempertimbangkan dan memiliki cinta. Perhatikan contoh paradoksal berikut ini : Suatu ketika dalam catatan Kitab Suci Perjanjian Lama seorang gadis perawan keturunan Abraham juga bergaul dengan anak-anak kafir, namanya Dina (Kejadian 34: 1). Dina bergaul dengan anak-anak kafir sehingga gadis tersebut diculik dan diperkosa habis-habisan oleh anak lelaki kafir. Sikhem, begitulah inisial pria bejat tersebut memperlakukan Dina (demikian nama gadis yang kehilangan kegadisannya secara paksa) oleh Sikhem. Sikhem memperlakukan Dina seperti memperlakukan pelacur. Awalnya seperti itu.

Penculikan Dina

Penculikan Dina

                Namun kemudian, terikatlah hati Sikhem kepada Dina, anak dari Yakub, Sikhem cinta kepada Dina, sebab itu Sikhem berkata kepada ayahnya ‘ambillah bagiku Dina, gadis Ibrani itu untuk menjadi isteriku.’ (Kejadian 34:3,4). Begitulah, terlepas dari brutalnya peristiwa pemerkosaan tersebut dan akhir nasib Sikhem dibantai hidup-hidup berikut dengan ayahnya bernama Hemor juga pada saat masih merasakan sakit nyeri setelah mengikuti sunat massal yang dilakukan oleh kakak-kakak Dina, anak-anak laki-laki Yakub.

                Cinta memiliki dimensi yang unik. Penggalan cerita criminal diatas menegaskan bahwa dibutuhkan sebuah dimensi unik dari seseorang khususnya laki-laki untuk mengambil seorang gadis menjadi istrinya. Cinta membuat seorang pria berpikir terhadap seorang gadis sehingga ingin melamarnya sebagai istri. Sebab dibutuhkan cinta untuk menyatu dengan seorang kekasih.

                Cinta berasal dari Tuhan, dan dengan pahit getir seperti Simson seorang keturunan Abraham telah membuktikan cinta itu kepada isteri Palestinanya pada usia cerita pernikahan yang tidak mencpai seumur jagung pun. Simson membuktikan cinta yang sangat serius ketika isterinya merengek kepadanya meminta pembuktian cinta Simson melalui contekan jawaban teka-teki Simson (Hakim-hakim 14:16,17). Tidak dibutuhkan sunat dan aturan-aturan atau tanda lain yang keras untuk menyatukan dua insan. Hanya perlu cinta. Titik.

                Jauh ke belakang sebelum diperdebatkan cinta dalam diri Simson, Allah telah memberikan cinta dalam diri Simson, Allah telah memberikan cinta itu kepada Simson melalui Roh Allah. (Baca: Hakim-hakim 13: 25). Allah memberikan cinta kepada Simson melalui Roh Allah bukan oleh sebuah tanda-tanda perasaan yang mengherankan dan sebaliknya cinta bukanlah prinsip keterlaluan dengan syarat-syarat pengurbanan yang tidak-tidak. Cinta Cuma bisa diungkapkan Simson dengan alasan malu-malu ‘she pleseth me well’ (baca: dia kusukai).

necspenecmetu.tumblr.com

necspenecmetu.tumblr.com

                Cinta, nafsu, berahi bukanlah musuh agama, dan bukan musuh Roh Allah, tapi justru sebaliknya cinta adalah bagian dari Allah yang secara kasat mata dan harafiah ditampilkan sebagai cadangan mesiu di dalam kedagingan. Seperti yang ditegaskan oleh seorang penyalin :

…..Allah tidak meniadakan cinta manusia, tetapi justru menyucikannya….—Ellen G. White. Para Pembangun Rumah Tangga. Hidup Yang Terbaik.

Cinta adalah sebuah anugerah yang selalu disalahmengerti bagi mereka yang menyombongkan kekuatannya sendiri. Tapi sekalipun anda tidak muak dengan salah pengertian itu, tidak muak dengan kesombongan itu, tidak muak dengan penyelewengan cinta, maka cerita Simson tetap merupakan kabar terburuk yang menggembirakan, dengan satu pesan bahwa Allah adalah pemberi cinta. Sebab Allah adalah cinta itu.

 Even in this unfortunate marriage God was overruling the course of events for the furtherance of His own designs. He makes even the weakness and poor judgement of men to redound to His praise.—SDA Bible Commentary. [terjemahan : bahkan dalam perkawinan yang tidak beruntun ini Allah mengatur rangkaian peristiwa untuk menjalankan rencanaNya sendiri. Allah bahkan membuat kelemahan dan pertimbangan yang lemah dari manusia untuk berakhir bagi kemuliaan-Nya]

Allah tidak dapat menyangkali kalau diriNya adalah cinta itu. Allah bukanlah seorang dewa oportunis yang mengambil keuntungan kemuliaan dari kepayahan atau kekuatan amukan Simson. Allah bukan seorang laki-laki yang tidak bertanggungjawab setelah kisah perjalanan cinta Simson terseok-seok lalu mengatakan kepada Simson yang sedang kepayahan,…ohhh itu bukan cinta!

religious-art.tumblr.com

religious-art.tumblr.com

                Dia tidak semena-mena berdiri diatas kejatuhan dan kelemahan Simson. Allah yang memulainya, Allah juga yang mengakhiri. Allah berada dalam cinta Simson untuk mencintai dengan konsisten. Lebih jelas lagi: Allah, di dalam diri Simson, telah rela sedemikian hina dipermainkan oleh mereka yang tidak memiliki cinta. Percayalah kabar buruk [cinta] ini jika anda tidak menemukan dalam hidupmu kabar baik sedikitpun!

 “…Kitalah orang-orang bersunat pada saat kita menyembah Allah dengan Roh Kudus dan bermegah dalam Kristus Yesus dan tidak menaruh percaya pada hal-hal lahiriah….” (Filipi 3:3) –Terjemahan dari Philips NT in Modern English

 (extramiles: MHI)

*) Nama penulis dan isi tulisan yang ditampilkan atas persetujuan dan izin Penulis. Kandungan dan kelahiran artikel diatas sepenuhnya menjadi keinginan dan tanggungjawab Penulis. JIka ada pembaca yang ingin menuliskan artikel serupa bisa segera menghubungi redaksi extramiles.club

FB Comments