Penebusan dilakukan sekali dan untuk semua selamanya sebagai tindakan penyelamatan Allah yang telah digenapi di dalam anakNya yang tunggal Yesus Kristus. Penebusan adalah peristiwa obyektif yang sudah selesai dilaksanakan di luar sistem kehidupan manusia (berdosa) pada kehidupan, kematian dan kebangkitan Kristus. Peristiwa tersebut pada saat yang sama menunjukkan kasih Allah yang begitu besar bagi manusia berdosa sekaligus bukti keadilanNya dalam menjunjung tinggi hukumNya.  Umat manusia dikembalikan dan disatukan kepada penciptaNya. Kejatuhan, ketidaksucian dan pemberontakan diperdamaikan dengan kesucian Allah.

Dalam kerangka ini Penebusan (Atonement) janganlah dibingungkan atau dicampur aduk dengan Pengantaraan (Intercession). Pengantaraan adalah aplikasi yang terus menerus dari penebusan. Pengantaraan selalu tersedia bagi para pengikut kristus sebagai jaminan kembali (reassurance) ketika menghadapi ketidakpastian hidup, kebimbangan, pencobaan serta pergumulan. Ini adalah penegasan kembali (reaffirming) untuk selalu mengingatkan kita bahwa penebusan adalah realita yang sudah selesai dan sekarang untuk selama-lamanya kita diterima oleh Bapa. Maka Kristus tidak melakukan pengantaraan supaya Ia bisa menebus, melainkan karena Dia telah selesai melakukan penebusan maka Dia layak untuk mengantarai, “Christ does not intercede in order to atone. Since He has already atoned in full, He is now qualified to intercede”.

http://ubdavid.org

http://ubdavid.org

Keselamatan bagi orang-orang yang percaya sudah diselesaikan bukan karena pelayanan pengantaraan. Penebusan menolong orang-orang percaya untuk dapat melihat bahwa keselamatannya adalah realita (kenyataan) yang benar-benar ada dan terjadi (present) dan bukan sebagai bentuk yang samar-samar serta tidak jelas. PengantaraanNya membuat perayaan keselamatan adalah benar-benar nyata di dalam Kristus sebab Ia sekarang duduk di sebelah kanan tahta Allah dan kita yang percaya kepadaNya pun sama-sama duduk dengan Dia. Rasul Paulus menegaskan:

“Allah mengangkat kita bersama dengan Kristus dan mendudukkan kita denganNya” (Eph. 2:6).

Secara singkat pelayanan pengantaraan bukanlah acara ritual penebusan seakan-akan keselamatan harus dan akan dijangkau dalam jarak tertentu, melainkan suatu penyatuan (bonding) antara Allah dan manusia yang telah digenapi oleh Kristus Yesus, Wakil kita secara sah, meyakinkan, dimeteraikan dan dijamin oleh kematian serta kebangkitanNya 2000 tahun yang silam.

Dalam kerangka ini simbol Kaabah di sorga menjadi sangat berarti, secara sederhana namun meyakinkan diterangkan dalam perjanjian baru (buku ibrani). Tirai yang memisahkan tempat yang kudus dan maha kudus telah terbelah menjadi tubuh Kristus yang terbelah (mati) disalib  dimana pemisahan sudah selamanya, sudah tidak ada lagi. (Ibrani 10:20). “Dua menjadi Satu” telah membuka jalan yang tidak bisa dibendung ke tahta Yang Maha Tinggi digambarkan sebagai undangan yang disampaikan kepada semua yang percaya untuk “masuk dengan penuh keberanian” ke tempat yang maha kudus oleh darah kristus. Jalan yang baru telah terlihat dan terbuka melalui tirai yang terbelah yaitu tubuh kristus (Ibrani 10:19).

Lalu apakah pelayanan pengantaraan di sorga? Melalui Kristus dan iman di dalamNya, orang-orang percaya saat ini boleh bersukacita dalam hubungan yang intim dengan Bapa di Sorga. Walau kita sekarang tidaklah sempurna (penuh dosa) namun melalui Kristus, semua diundang untuk masuk ke hadirat Allah yang digambarkan dalam buku Ibrani sebagai “Tahta Allah” (Ibr 8:1), “Sebelah kanan Allah” (Eph 1:20, Ibr 1:3, 8:1, 12:2), “Kaabah sejati” (Ibr 8:1), “tempat yang Maha Kudus” (Ibr 6:19,20), “Sorga” (Ibr 9:24,25), “Kota Allah” (Ibr 12:22), “Tempat di belakang Tirai dimana Kristus masuk mewakili kita” (Ibr 6:19).

Maka pelayanan pengantaraan Kristus di sorga bukanlah suatu set acara ritual yang terjadi di dimensi lain ataupun suatu sistim liturgi yang kompleks. Tidak juga bergantung pada letak geografi, perabotan dan peralatan yang digunakan untuk mencapai tujuan tertentu. Tidak ada campur tangan ataupun bagian kita manusia dalam hal ini. Pelayanan pengantaraan Kristus tidaklah dicapai melalui penjelasan proses apa yang sedang Dia lakukan saat ini melainkan melalui “Siapakah Dia” yang berada di hadirat Bapa menjadi wakil kita, atau dengan kata lain di dalam segala kualitasNya yang sempurna kita sekarang diikat, disatukan dengan Bapa selama-lamannya sebagaimana yang disampaikan:

“marilah kita mendekati tahta kasih karunia dengan penuh keberanian” (Ibr 4:16).

Lebih lanjut mengenai penebusan yang telah selesai di Salib.

Ibrani 1:3, .. Dan setelah Ia selesai mengadakan penyucian dosa,  Ia duduk di sebelah kanan Yang Mahabesar , di tempat yang tinggi.  Ibrani 9:12,.. dan Ia telah masuk satu kali untuk selama-lamanya  ke dalam tempat yang kudus bukan dengan membawa darah domba jantan dan darah anak lembu, tetapi dengan membawa darah-Nya sendiri. Dan dengan itu Ia telah mendapat kelepasan yang kekal.  Ibrani 9:26.. Tetapi sekarang Ia hanya satu kali saja menyatakan diri-Nya, pada zaman akhir untuk menghapuskan dosa oleh korban-Nya.  Ibrani 10:12.. Tetapi Ia, setelah mempersembahkan hanya satu korban saja karena dosa, Ia duduk untuk selama-lamanya di sebelah kanan Allah. Expresi seperti “setelah Ia selesai mengadakan penyucian dosa” (1:3), . “Dan dengan itu Ia telah mendapat kelepasan yang kekal” (9:12), “satu kali  saja menyatakan  diri-Nya, pada zaman akhir” (9:26), “setelah mempersembahkan hanya satu korban saja karena dosa (10:10,12, 7:27, 9:26), “masuk ke tempat yang maha kudus” (9:12), “ duduk di seblah kanan Allah” (1:3, 8:1,10:12, 12:2) secara tegas menyatakan penebusan yang sudah selesai dan langsung kembali ke hadirat Bapa.

Tidak ada dalam buku Ibrani didapati ekspresi bahwa setelah Dia kembali ke hadirat Bapa lalu melanjutkan proses penebusan yang belum selesai ataupun menyatakan bahwa penebusan akan melewati proses selanjutnya yang berbeda-beda. Konsep yang memasukkan ritual lanjutan setelah penebusan yang selesai di salib tidak ada bedanya dengan konsep Roma Katholik dimana Kristus secara terus-menerus dikorbankan di setiap ada ritual gereja (holy mass). Konsep demikian menghalangi Injil Kristus, karena sifat obyektif penebusan menjadi hilang digantikan oleh ritual, liturgi, atau usaha yang menjadi dasar tambahan akan apa yang telah diselesaikan di salib.

upload.wikimedia.org/

upload.wikimedia.org/

Lebih lanjut dengan mengklaim pada saat tertentu setelah peristiwa salib, masih ada lagi suatu peristiwa lanjutan dari penebusan adalah sama dengan menghinakan Injil sebab memberikan lagi tanggal atau waktu tertentu yang seharusnya hanya menjadi milik salib saja. Konsep penebusan yang belum selesai (berlanjut) justru membuat bingung dan kebimbangan akan adanya jaminan keselamatan. Seharusnya pelayanan pengantaraan Kristus di surga dimaknai dalam konteks sekali untuk semua penebusan selesai di salib (once and for all complete atonement at the Cross). Kristus tidak mengantarai untuk menyelamatkan, tetapi Dia layak untuk mengantarai karena Ia telah selesai melakukan penebusan di salib atas kita.

Sudah selesai, sukses dan lengkap (kumplit) yang melayakkan Yesus menuju tahta Allah “mewakili kita” (Ibr 6;19), “dimana tak seorangpun pernah kesitu sebelumnya”, ke hadapan “hadirat Allah”, ke dalam “api yang menghanguskan” (Ibr 12:29), dalam “terang yang tak terhampiri” (1 Tim 6:16), duduk “ di sebelah kanan tahta yang maha besar” (Ibr 8:1), dimana tak pernah ada seorangpun yang bisa mencapaikan karena sudah rusak karena dosa. TubuhNya yang tersalib menjadi jembatan antara dua realitas yaitu dunia dan surga yang selamanya dipersatukan. Pemisahan bilik suci dan maha suci selamanya sudah tiada digantikan oleh akses bebas langsung ke tahta Bapa yang dilambangkan dengan bilik yang maha suci. CS lewis menuliskan: “Sekali, Yang telah tersalib, sekarang menjadi Agen utama (supreme Agent) dari kekuatan yang tak terbayangkan dimana seluruh alam semesta bergantung”. (extramiles: Gideon Heru Prasetyo)

*) Nama penulis dan isi tulisan yang ditampilkan atas persetujuan dan izin Penulis. Kandungan dan kelahiran artikel diatas sepenuhnya menjadi keinginan dan tanggungjawab Penulis. JIka ada pembaca yang ingin menuliskan artikel serupa bisa menghubungi redaksi extramiles.club

FB Comments