Kehidupan Duniawi Investasi

Dari judulnya aja dah tahu kan porum ini tentang apa? :D
bisa ngebahas kantor, desain rumah, onderdil mobil, dan inpo2 kehidupan modern skrg ini.
modrig
aktipis
Posts: 15
Joined: 09 Jul 2015, 15:58

Kehidupan Duniawi Investasi

Postby modrig » 15 Jul 2015, 21:01

Trit ini merangkum hasil dialog dengan beberapa kuncen dibidang investasi, pada tanggal 14 Juli 2015 bersama dengan rekan-rekan EM yang diantaranya: Sdr. PM, Sdr. HP, Sdr. SS, Sdr. EP, Sdr. TS, dan Sdr, C. Semoga hasil dilog ini dapat menambah wawasan penyimaks EM dalam dunia Investasi. Monggo disimak :lol: :lol: :lol: :lol:
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------




Investasi itu ada istilah short investment (SI) dan long investment (LI), artian sederhananya kalau LI itu jangka panjang untuk pensiun atau sekolah anak-anak nanti, sedangkan SI ada unsur spekulasinya karena jangka pendek. Jika ada dana lebih sebaiknya harus membangun portofolio. Misalnya jika punya dana awal sekian mesti juga punya arus kas (cashflow) yang rutin untuk top-up.

Paling penting yang mesti diperhatikan kalau mau investasi adalah cashflownya dulu, kalau tidak berarti hanya sekali investasi atau istilahnya “one time cash”. Misalnya jika ada dana 100 juta perlu dipikirkan untuk investasi saja (pure investment) atau mau diambil pada waktu yang tidak tentu atau mau diambil setengah atau bisa kemungkinan-kemungkinan lain. Untuk itu perlu ada komitmen dulu, perlu dibicarakan dalam keluarga tentang uang yang akan diinvestasikan.

Hal yang paling prinsip yakni investasi itu perlu dibicarakan dengan anggota keluarga, jangan sampai uang investasi itu mengganggu keuangan keluarga untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Jika ada dana cash flow 2-5 juta carilah produk investasi yang terkait dengan bak atau bisa juga produk investasi yang terkait (link) dengan lembaga asuransi, tapi yang tidak terkena charge entry maupun charge-out dan patut dilihat siapa yang akan mengelola dana investasinya? Ambil link ke saham dan lihat asset alokasi sahamnya di sektor-sektor apa saja? Kalau mau yang agak spekulasi dianjurkan pilih sector yang agresif seperti komoditas dan trading, tapi kalau mau agak aman pilihlah sector yang agak defensive seperti infrastruktur dan manufaktur. Kombinasi dengan obligasi korporat.

Untuk mengetahuinya lihat prospectus yang tersedia di bank. Bisa dibaca. Contohnya coba ke bank Danamon tanya produk investment link. Produk itu untuk nasabah ritel atau mandiri, bisa juga ke sekuritas, kalau itu ada reksadana. Bank itu diawasi ketat jadi tidak sembarangan dalam produk investasi, kalau investasi reksadana ada yang 6 bulan. Dulu saya waktu masih agak longgar penggunaan uang bisa menabung tiap bulan di reksadana.

Menurut saya pihak bank atau lembaga sekuritas masih jauh lebih aman (secure) ketimbang investasi di emas maupun komoditas, dikarenakan rambu-rambunya lebih jelas dan lebih transparan serta memiliki pengawasan. Bank yang disarankan bisa juga lewat CommBank. Saya menggunakan manajer investasi dari Schrodder, rata-rata diatas 15% per tahun. Terus sekarang sudah tarik dana semua (withdraw). Cari manajer investasi yang memiliki nilai NAB paling besar. NAB itu nilai aktiva bersih dari total investasi yang dikelola.

Manajer investasi itu diantaranya adalah Schroder, Manulife, fortis, dan panin, atau bisa masuk link asuransi juga seperti Allianz, karena Allianz menggunakan Schroder sebagai manajer investasinya. Nama-nama manajer investasi seperti schroder, fortis, manulife, danareksa, mandiri, bahana, batavia kredensialnya bisa diandalkan. Mereka bisa diandalkan karena investasi mereka long term investmen (LI) dan lebih komitmen dan contohnya jika orang bicarakan investasi lebih merereferensikan ke Panin. Panin untuk local yang agak spekulasi boleh saja, hanya saja backup fundamental analisisnya agak kurang. Kalau untuk Bank Mandiri manajer investasinya belum tentu dari bank Mandiri juga, investor mesti cek dulu fund managernya di prospectus yang ada di Bank Mandiri. Tapi tetap diingat sebagai investor kita harus punya tabungan dan proteksi.

Kalau saya pengelola dana masyarakat terikat kode etik "firewall" untuk personal trading, jadi tidak boleh ikut investasi di instrumen investasi yang saya rekomendasikan, jadi kenyataannya saya tidak bisa investasi di portofolio reksadana, saham dan obligasi. Saya hanya investasi di lembaga pendidikan saja. Untuk reksadana saham Schroder masih memimpin. Schroder Cuma ada di Jakarta, tapi jangan kuatir sebab institusi yang menawarkan produk reksadana cukup banyak, misalnya Bank Mandiri, CIMB Niaga. Sedangkan untuk manager investasinya ada Schroder, Danareksa, Mandiri Investasi, Bahana, Batavia. Mandiri investasi belum tentu Bank Mandiri. Kalau manajer investasi yang saya sebut, analisis dan pengelola dananya pasti akan cukup kenal karena hampir tiap hari pasti teleponan, jadi ada issue apa saja baik makro maupun mikro yg pengaruh ke market selalu update.

Untuk dana dibawah 500 juta memang pilihannya lewat bank atau asuransi saja, lalu kemudian lihat produk yang ditawarkan dan siapa manajer investasinya. Jika diarahkan langsung ke manajer investasinya biasanya jumlah dana cukup besar. Yang pasti benchmark hasil invesstasi pasti diatas deposito bank. Kalau sempat sebaiknya coba tanya ke Bank Mandiri atau Bank Niaga atau ke asuransi Manulife, AXA, Allianz dan lihat brosur link investasi, lalu tanya-tanya manajer investasinya serta alokasi asset, berharap saja agent atau customer servicenya bisa menjawab dengan bagus, tapi jika tidak minta tolong carikan perencana keuangannya, jangan sampai terkecoh sama asumsi tinggi nilai pengembalian investasi anda.

Pengelola keuangan (fund manager) biasanya lebih rasional, tanya sebanyak mungkin dan kalau masih ragu minta saja principal protected, artinya nominal awalnya tidak akan hilang atau turun selama periode investasi, dan jangan lupa dipantau agar jika terjadi early warning sistem jadi bisa di pull out. Saran saya ambil saja manuLife akrena ada mutual fund yang terkait ke saham. Tinggal pilih berapa persen jumlah investasi yang link ke saham. Untuk principal protection investasi awal dananya akan terlindungi dari fluktuasi jadi aman, cuma memang hasil investasinya tidak setinggi yang tidak diproteksi dan tidak dalam jangka pendek karena biaya untuk proteksi belum dimasukan. Jika ada yang menawarkan principal protected hanya setahun dengan tingkat pengembalian diatas 15 persen hal itu dapat menimbulkan pertanyaan akrena deposito saja 7 persen. Kalau kombinasi sama saham dengan alokasi maksimum 30 persen maka paling tinggi 9 persen itu sudah sangat bagus, kalau mau investasi penuh pada saham bbisa diatas 20 persen tapi entry nanti pada kuartal keempat dan biasanya 15 persen dugaannya karena sekarang kondisi ekonomi masih dalam posisi “cautious” sampai kwartal ke-3 dengan kombinasi antara 30 persen deposito dan 70 persen saham tanpa principal protection.

Sebagai gambaran investasi di deposito itu 6 hingga 7 persen, obligasi pemerintah itu 8 persen, obilgasi swasta 10-12 persen, saham bluechip 15 persen, saham second tier 20 persen, saham gorengan 30 persen, nah tinggal kombinasi saja ditambah charge komisi agen, customer service bank dan biaya admin. Kalau mau expand boleh masuk komoditas dan forex dengan permainan derivative tapi bisa untung 1000 persen atau malah rugi 1000 persen. Kalau mau investasi emas nanti saya tanya ke teman saya karena dia akan mengeluarkan produk hybrid link komoditas di BBJ. Hanya saja emas punya pasar investasi (market) tersendiri dan belum ada alat ukur yang menjadi patokan investasi (benchmark). Emas tidak punya banyak tersedia benchmark dan analisis.
Live Long And Prosper

User avatar
tepai
Tukang Nyindir
Posts: 46
Joined: 09 Jul 2015, 14:51

Re: Kehidupan Duniawi Investasi

Postby tepai » 16 Jul 2015, 14:15

Mantab ulasan dari diskusinya :ugeek:


Return to “Kehidupan Nyata Sekarang Ini”

Who is online

Users browsing this forum: No registered users and 1 guest